Read This or Get Lost!

warning_PNG

Hai semua readers!

Welcome to Shinra Addicted!!! Web ini akan lebih sering menceritakan SHINee dan KARA as my OTP! and maybe my another OTP. So this is the rules :

  1. Hate it? Okay, just click the ‘x’ button! Do not leave any bash or spam in this webpage!
  2. Jangan lupa tinggalkan comment setelah membaca! Appreciate every single thing that I’ve been working for! It won’t take an hour to write comments, right?
  3. That’s all!

Nah, simpel kan? Well..enjoy your read🙂

Sorry Guys :”)

Halo halo halo para readers!

Maaf ya blog ini nganggur lama banget, gara-gara kesibukan kuliah yang luar biasa. Maklum ya, mahasiswa baru :”) Ya dan ditambah yang kabar Jiyoung dan Nicole yang bikin para Kamilia sedih gitu.. aku juga shock dan kawan-kawannya sampe2 berpikir untuk tetep nulis apa nggak saking bias utamaku di KARA emang Jiyoung gitu :”) Ok cukup basa-basinya, karena aku tetep nulis😉 Mungkin frequentnya berkurang gitu. Banyak project yang keleleran juga saking tugas numpuk kayak gimana. Tapi aku lagi fokus banget sama tiga project hehehe, aku mau tanya pendapat kalian.. Fanfic mana yang kalian lebih pilih kalian baca?

1. Kai & Jiyoung

2. Sehun & Jiyoung

3. Minho & Hara

Ditunggu ya feedbacknya ^^

[FF] Marriage (OnYeon Vers.)

 

Cast :

  • Onew/Seungyeon Pairing
  • SHINee/KARA Pairing

Genre : Romance, Fluff, Universal

Rated : PG-15

Length : Ficlet

Language : Indonesia

Location : South Korea

Disclaimer : I do not own or know all their characters, they belong to God, their parents, and theirselves. But the storyline is pure made by myself.

Summary : Marry me..

Image

 

Onew & Seungyeon

Seungyeon menatap dirinya yang sedang dirias di ruang pengantin, resepsi pernikahannya dengan Onew akan segera dimulai. Dia tersenyum seolah tidak percaya bahwa dirinya telah menjadi istri dari Onew atau biasa dia panggil Jinki.

Dia menatap lalu tersenyum sendiri ke arah cincin yang telah melingkar dijari manisnya, tanda janji bahwa mereka akan terus bersama selamanya dalam keadaan suka maupun duka.

“Nuna, apakah Ham sudah selesai?” suara yang sudah tidak asing lagi untuk Seungyeon dengar

“Ham? Maksudmu Seungyeon? Astaga, dia kan akan jadi istrimu, mengapa kau masih memanggilnya dengan nama panggilan seperti itu?” keluh Victoria

“Itu kan panggilan sayangku untuk Seungyeon nuna..” rajuk Onew

Seungyeon tertawa lepas melihat suami barunya itu mulai bertingkah seperti anak kecil lagi, wajar saja..karena Onew memang lebih muda 1 tahun dari Seungyeon.

Onew menghampiri Seungyeon sambil nyengir-nyengir ke arah Victoria yang menatapnya dengan pandangan dingin. Seungyeon memasang antingnya perlahan-lahan, kemudian mengambil kalung yang ada didepannya.

“Sini, biar aku yang memakaikannya untukmu nuna,” tawar Onew

Seungyeon mendesah karena merasa terganggu dengan kata-kata nuna yang masih diucapkan oleh Onew. Onew masih belum sadar dan tetap memakaikan Seungyeon kalung untuknya. Lalu dia memegang bahu Seungyeon yang masih duduk didepan cermin, kemudian tersenyum sendiri.

“Mengapa wajahmu terlihat seperti ketekuk begitu, nuna? Tersenyumlah..” goda Onew sambil mencubit pipi Seungyeon

“Gimana nggak ketekuk Lee Jinki? Kau masih saja memanggilnya nuna, padahal jelas-jelas kau sudah menikah dengannya,” protes Victoria sambil merapikan tatanan rambut Seungyeon

“Terus maunya gimana Victoria nunaa?? Ham salah, nuna juga salah..” rajuk Onew

“Coba saja kau tanyakan pada istrimu itu, dia ingin dipanggil apa olehmu,” usul Victoria lalu menepuk bahu Seungyeon yang sedang terlihat menggemaskan

“Mau dipanggil apa nuna? Mending Ham daripada nuna kan, nuna?” canda Onew

Seungyeon memandang Onew dari cermin sambil tersenyum manis, dia berdiri lalu menghadap ke arah Onew yang juga menunduk ke arah Seungyeon.

“Hilangkan dulu kata-kata nuna itu, aku tidak suka mendengarnya~” balas Seungyeon dengan nada kanak-kanak

Onew tertawa kecil, lalu mengelus pipi istrinya dengan lembut. Lalu dia mengecup kening Seungyeon, kemudian dia tertawa canggung sambil menatap Seungyeon yang melihatnya dengan ekspresi terkejut.

“Baiklah, hmm..aku rasa aku menemukan nama panggilan yang bagus untuk kita berdua, Ham~” usap Onew

“Memang apa?” tanya Seungyeon ingin tau sambil memperbaiki dasi kupu-kupu Onew yang sedikit miring

Onew berdeham kecil sambil tersenyum penuh arti ke arah Seungyeon, membuat Seungyeon penasaran akan kalimat Onew yang akan dia katakan. Lalu Onew mendekatkan wajahnya ke wajah Seungyeon

“Bagaimana dengan umma dan appa?”

[FF] Marriage (JiMin Vers.)

 

Cast :

  • Taemin/Jiyoung Pairing
  • SHINee/KARA Pairing

Genre : Romance, Fluff, Universal

Rated : PG-15

Length : Ficlet

Language : Indonesia

Location : South Korea

Disclaimer : I do not own or know all their characters, they belong to God, their parents, and theirselves. But the storyline is pure made by myself.

Summary : Marry me..

Image

 

 

Taemin & Jiyoung

“Aku benci kamu!!!”

Jiyoung berlari keluar dari restoran meninggalkan Taemin. Dia berlari dengan arah yang tidak tentu sampai akhirnya dia tiba di skate rink. Dipelupuk matanya sudah tergenang air mata. Dia merobek dan membuang undangan pernikahan yang diberikan Taemin padanya.

Jiyoung berteriak sekencang-kencangnya, dia tidak peduli orang disekitarnya melihat ke arahnya dengan pandangan aneh. Dia melepas cincin yang Taemin berikan dan melemparkannya ke tanah dan menginjak-injak cincin itu. Tangisannya meledak begitu dia merasakan pelukan hangat dipunggungnya.

“Lepaskan aku, bodoh! Jangan pernah menyentuhku!” teriak Jiyoung.

Orang itu tetap memeluk Jiyoung, “Aku tidak bermaksud seperti ini, aku hanya melakukan ini untukmu..”

“Bagaimana bisa kamu membuatku percaya dengan ucapan manismu hah? Menikah denganku katamu saat itu? Cih!” sergah Jiyoung melepas pelukan Taemin.

Taemin memegang pergelangan tangan Jiyoung dengan erat, tatapan matanya tajam menembus mata Jiyoung. “Aku tidak main-main bahwa aku akan menikahimu! Mengertilah posisiku sekarang ini!” sentak Taemin.

“Lalu undangan pernikahanmu itu apa? Kertas cantik biasa? Kamu kira aku bisa kamu bodohi berapa kali? Aku tidak ingin melihatmu lagi!” balas Jiyoung.

Air mata Taemin mengalir, “..aku tidak pernah main-main. Untuk apa aku membawamu ke wedding shop? Untuk apa aku memberimu cincin itu? Semuanya untuk kita! Tapi, bukan untuk sekarang!” keluh Taemin.

Jiyoung menampar pipi Taemin dengan keras, “Aku salah menilaimu, kamu meninggalkanku untuk menikah dengan wanita itu? Untuk apa aku harus menunggu seseorang yang belum tentu kembali?” gerutu Jiyoung.

Taemin menarik Jiyoung dan merangkul pinggangnya. Bibir Taemin dan Jiyoung saling mendekat, dan kemudian Taemin melumat bibir Jiyoung. Dia merasakan desah nafas Jiyoung juga air mata Jiyoung yang mengalir.

“Aku pasti kembali, Yebin-ah..” ujar Taemin pada Jiyoung.

Beberapa detik kemudian, “Ya, cut!!!!” seru Cho PD

Taemin dan Jiyoung dengan segera melepas pelukannya masing-masing. Wajah mereka seperti kerang rebus. Jiyoung buru-buru mengambil handuk yang diberikan manajernya untuk menutupi kepalanya, Taemin hanya terkekeh geli.

“Woah, aku tidak menyangka kalau kalian bisa mengambil scene ini hanya dengan 2 take! Kalian benar-benar pro juga dalam hal ini, kalian benar-benar seperti pasangan kekasih!” puji Cho PD

Taemin tertawa merendah lalu melangkah ke arah monitor yang menampilkan kembali aktingnya dengan Jiyoung. Dia menyentuh bibirnya saat monitor menampakkan adegan kissing mereka. Tidak ada celah, benar-benar terlihat natural. Perfect! batin Taemin.

“Jiyoung-ssi, apa kau tidak ingin melihat recaps scenenya?” tawar Cho PD

Jiyoung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Taemin menatap ke arah Jiyoung yang berseberangan dengannya. Dia menghampiri Jiyoung yang terkejut melihat Taemin yang mendekat ke arahnya.

“Omo, jangan bilang kalian benar-benar berkencan seperti yang dibicarakan media ya?” goda Mikyung, salah satu staff tata rias.

Taemin menoleh, “Itu hanya aku dan Jiyoung yang tau..” jelas Taemin sambil tersenyum penuh misteri.

Jiyoung menyipitkan kedua matanya, sambil memukul bahu Taemin perlahan.

“Hei, saat aku mengatakan lineku aku tidak bohong lho..” ucap Taemin

Jiyoung memutar kedua bola matanya sambil menyeringai, “Line yang mana maksudmu? Yang berkata bahwa kau selingkuh dariku? Siapa yang bisa mengalahkan aku dimatamu, Lee Taemin-ssi?” tantang Jiyoung.

Taemin mengusap lehernya, sambil tersenyum malu. Dia mengeluarkan kotak beludru berwarna hitam dan membukanya. Cincin putih mungil.

“Aku memintamu untuk menikahiku dalam waktu dekat ini. Jawabanmu bagaimana?”

Jiyoung terdiam, matanya berkaca-kaca. Lalu dia menarik tangan Taemin ke dalam mini vannya disambut riuh suara dari kru-kru drama. Dia menutup pintu vannya dan mematikan lampu didalam van. Jiyoung mendorong Taemin sampai terdengar suara bukk.. di kursi penumpang belakang. Taemin menyungging senyumannya.

“Tentu saja..”

 

***

 

Haaaaaaaaiiii readers!! ^^ aku tau aku tau, aku ngelanggar haha. Tapi aku nggak tahan ngepost fanfic, ini blog kayak udah nggak ke urus hehe == maaaaap yaak! Mungkin dalam waktu dekat, akan ada lagi hehehe.. Jangan lupa komen ya ^^

[FF] Faithfully Yours

Faithfully Yours

Title                      : Faithfully Yours

Cast                      :

  • Choi Minho
  • Goo Hara
  • Nicole Jung
  • Kim Kibum a.k.a Key
  • Jang Wooyoung
  • Lee Jieun a.k.a IU
  • Minho / Hara Pairing

Genre                 : Teen Romance, Fluff, Universal, AU.

Rate                     : PG-15

Length               : Series

Language         : Indonesia

Location            : Seoul, South Korea

Disclaimers      : I do not own or know all their characters, they belong to God, their parents, and theirselves. But the storyline is pure made by myself.

Summary          : Different live. Different destiny. Different character. They’re totally different, and they don’t know why they’re meant to be.

***

Hara berlari sekencang-kencangnya dari kejaran Hyori sam. Dia ketahuan bolos kelas Hyori sam saat dia sedang makan dengan santai di kantin. Spontan saja Hara melarikan diri begitu melihat Hyori berlari ke arahnya sambil membawa penggaris kayu. Banyak sekali siswa-siswi yang melihat ke arah mereka. Hara tidak peduli, dia hanya melihat jauh ke arah pagar sekolah.

“Ayo Hara!!! Hyori sam sudah dekat sekali!!!” seru Sunhwa dari lantai dua kelasnya.

Hara menoleh ke belakang sambil tersenyum jahil, Hyori sam sudah tidak jauh darinya. Wajah liar Hyori sam terlihat seperti akan memakan Hara bulat-bulat. Hara tidak menyangka gurunya itu bisa berlari dengan cepat menggunakan high heels. Itu tidak penting, satpam sekolah mereka sedang tertidur pulas.

Aissssh!!! Gimana caranya supaya satpam tua itu bisa bangun?? Hara mengumpat dalam hati

“Goo Hara-ssi!!!! Berhenti sekarang!!!” teriak Hyori sam

Hara tersenyum jahil, “Ahjussi!!! Ada kebakaran!! Cepat buka pagarnya! Sekolah kita terbakar!!” seru Hara

Kontan saja satpam sekolah mereka terbangun dengan cepat. Dia langsung membuka gerbang sekolah, “Ayo anak-anak cepat keluar!! Aku panggilkan pemadam kebakaran!” perintah satpam itu.

Hara tertawa puas begitu melewati gerbang sekolahnya. Dia menjulurkan lidahnya ke arah Hyori sam yang sudah terlihat berang. “Ahjussi! Tidak ada kebakaran! Tutup saja gerbangnya!”

Satpam sekolah itu terdiam tidak mengerti maksud Hara, tapi dia tetap menutup gerbang sekolah sesuai dengan perintah Hara. Hyori semakin berang lalu memarah-marahi satpam sekolah. Hyori menatap Hara dengan tajam.

“Goo Hara-ssi!!!!!!!”

Hara terengah-engah setelah berlari cukup jauh dari sekolahnya. Ya, dia salah satu cewek terbandel meskipun dia salah satu atlet lari andalan sekolahnya. Tidak heran, siapapun tidak bisa mengalahkannya dalam urusan lari. Bahkan nama julukannya adalah Goosain Bolt. Tapi, dia marah tiap kali mereka memanggilnya begitu. Alasannya simpel, karena Usain Bolt cowok. Dia tidak mau disamakan dengan cowok, walaupun kenyataannya kelakuannya seperti cowok tulen.

Hara mengepalkan tangannya ke udara sambil menari-nari seperti orang gila dipinggir jalan. Tanpa sadar..

Tiiiiiiiiiiin!!!!

“Huaaaaaaa!!!!!!”

Hara terserempet oleh mobil Hyundai sedan berwarna merah. Dia tidak sadar diri. Dahinya tergores cukup besar. Sikunya berdarah, kakinya hanya mengalami goresan-goresan kecil.

Dua orang laki-laki keluar dari mobil itu. Si pengemudi tampak sangat khawatir, sedangkan si penumpang masih sibuk dengan tabnya.

“Aduh hyung!? Gimana nih? Jangan main terus dong! Bantuin nih!!”

Si penumpang itu melirik sekilas lalu melempar iPadnya masuk ke dalam mobil.

“Kamu sih teledor, siapa yang suruh kamu belajar bawa mobil ditempat kumuh begini? Kamu aja yang ngangkat cewek itu. Dia cungkring juga, kan? Nggak akan kayak ngangkat karung beras 100 ton!”

Kali ini si penumpang membukakan kursi belakang. Kemudian dia sendiri kembali ke kursi penumpangnya yang didepan.

“Ayo cepat! Kamu mau kita terlihat publik kalau kita nabrak warga biasa ditempat terpencil seperti ini?” seru si Penumpang

Si Pengemudi yang tengah menggendong Hara yang masih belum sadarkan diri menggumam sambil mengumpat diam-diam.

“Kenapa? Kamu marah? Yang nabrak dia kan kamu, bukan aku kan?”

Si Pengemudi hanya diam kesal, lalu menutup kursi belakang. Kemudian mulai mengendarai mobil dengan pelan agar bisa menuju Rumah Sakit yang terdekat. Sesekali si Penumpang melirik ke arah Hara yang tampak seperti tidur pulas.

“Kamu yakin dia benar-benar pingsan?” tanya si Penumpang ragu-ragu

“Iya hyung, lihat deh lukanya aja kayak gitu.”

Si Penumpang hanya menghela nafas kemudian kembali fokus pada game yang ia mainkan.

***

“MWOO???!!!” teriak Sunhwa begitu menjawab telepon dari seorang laki-laki yang tidak dia kenal.

Hyuna menoleh ke arahnya lalu bergegas menuju tempat duduk Sunhwa. Sambil menggumam pada Sunhwa, “Ada apa?”

Sunhwa menampakkan ekspresi cemas, “Hara dirumah sakit..”

“Hah?! Kok bisa?” seru Hyuna

“Katanya sih keserempet mobil, ah tau deh! Kita kesana sekarang aja! Oh iya panggilin Jiyoung juga!” suruh Sunhwa

“Kalian mau kemana? Bel pulang sekolah belum berbunyi, kalian mau nasibnya seperti Goo Hara?”

Hyuna dan Sunhwa menoleh terkejut melihat Hyori sudah dibelakangnya. Ekspresi wajahnya tidak terlihat sama sekali. Diam-diam Hyuna menggeleng perlahan, lalu Sunhwa menyikut perutnya. Hyuna hanya meringis lalu melotot ke arah Sunhwa.

“Dimana Hara-ssi dirawat? Kalian berangkat denganku saja, aku bawa mobil.” ujar Hyori

Sunhwa mengerjap-ngerjap matanya tidak percaya, “Beneran nih, sam?”

“Kalian ini mau cepat tidak? Segera bereskan bawaan kalian dan Goo Hara-ssi, nanti kubuatkan surat izin dulu. Kita bertemu di parkiran, arasseo?” perintah Hyori dengan cepat.

“Ne sam!” jawab mereka berdua dengan sigap.

Hyori keluar dari ruang kelas mereka. Hyuna dan Sunhwa menghela nafas panjang. Lalu mereka mulai merapikan bawaan mereka.

“Hyori sam jjinja daebak!”

“Iya, aku kaget tadi.”

***

Minho terus memainkan iPadnya tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya. Taemin hanya monda-mandir kesana kemari. Dia khawatir dia akan dituntut karena telah menabrak seorang gadis kurus berseragam yang tengah berlari-lari.

“Yah! Bisa tenang sedikit tidak? Aku pusing lihatnya tau!” seru Minho

Perawat-perawat melihat ke arah dua orang laki-laki yang rupawan itu sambil menyuruh mereka untuk diam. Taemin tersenyum canggung sambil mengangguk mengerti. Minho hanya berdecak kesal walaupun sesekali melirik ke arah gadis yang bertubuh mungil itu.

“Hyung, gimana nih? Aku takut aku dipenjara gara-gara beginian!” Taemin membisik Minho cukup keras.

Minho memutar bola matanya namun tidak menjawab pertanyaan Taemin.

“Nggh..”

Minho menoleh ke arah sumber suara. Ternyata gadis itu siuman, Taemin buru-buru menghampiri tempat tidur gadis itu.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Taemin terburu-buru

Gadis itu menatap Taemin dan Minho kebingungan, “..kalian siapa? Kenapa aku disini?” tanya gadis itu kemudian duduk ditempat tidurnya.

Taemin mulai gugup, dia tidak tau harus menjawab apa padanya. Lalu Minho mendahului jawaban dari Taemin.

“Anggap saja hari ini kamu sedang tidak beruntung melihat kami dalam situasi seperti ini. Kami minta maaf atas sesuatu yang terjadi, karena kami seumuran denganmu dan masih punya urusan yang lebih penting daripada ini. Aku anggap urusan kita sudah selesai, kamu bisa menghubungi kami dari kontak yang sudah aku berikan ke resepsionis. Sekali lagi kami minta maaf, dan selamat tinggal..” ujar Minho dengan panjang dan lebar lalu meninggalkan Taemin dan gadis itu.

Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali sampai akhirnya dia sadar, “Yah!! Kamu yang menabrakku tadi?! Kalau kamu cowok tulen, hadapi aku sini!!!” teriak gadis itu sudah akan beranjak dari tempat tidurnya sebelum dia merasakan perih dilututnya.

“Aisssh, hyung!!! Tunggu sebentar!! ..aduh, maaf sekali ya nuna. Minho hyung sebenarnya baik kok, dia lagi agak sensi aja. Maaf ya nuna! Oh iya, aku tadi sudah taruh nomorku jika suatu hari nuna membutuhkan bantuanku. Bye nuna~!!” ujar Taemin lalu menyusul Minho

Gadis itu bengong melihat tingkah dua orang cowok yang luar biasa cara bicaranya. Benar-benar seperti konglomerat kebanyakan.

“Nama nuna, Goo Hara kan? Sampai jumpa lagi, Hara nuna!!” seru Taemin sambil melambaikan tangannya.

Gadis itu mengernyitkan dahinya, lalu melihat ke arah drawer disebelahnya. Dompetnya dalam keadaan terbuka dan ID Cardnya terletak diatas dompetnya itu.

“Yah!!!!!!”

***

Sesampainya Sunhwa, Hyuna, Jiyoung dan Hyori dirumah sakit. Hara hanya bisa terkekeh malu melihat mereka mengunjunginya dalam keadaan yang tidak terduga. Hyori berdecak heran sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali. Sunhwa dan Hyuna tertawa geli melihatnya, sedangkan Jiyoung berekspresi seolah-olah berbicara : kamu-bodoh-sekali-unni.

“Jadi, gimana kejadiannya sampai jadi seperti ini?” tanya Hyori lalu duduk disamping tempat tidur Hara.

“Ya saat aku melarikan diri dari sam, aku keserempet mobilnya orang. Ya udah, gini hasilnya..” ujar Hara apa adanya.

Hyori tersenyum, “..sudah kapok?”

Hara menggelengkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya lalu terkekeh. Hyori hanya bisa mendengus setengah kesal setengah geli. Bagaimana dia bisa benar-benar memarahi keponakan kesayangan dari temannya sendiri, Kim Hyunjoong.

“Oh iya unni, mana orang yang menabrak unni?” tanya Jiyoung

“Mereka ada urusan yang lebih penting, begitu kata mereka. Cih, sombong sekali.. Kelihatan sekali kalau mereka dari keluarga kaya raya, bahkan dengan pedenya mereka bilang kalau mereka meninggalkan nomor telepon mereka jika membutuhkan sesuatu. Mereka kira mereka kaya selangit?” gerutu Hara sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat

Sunhwa membelalakkan matanya tidak percaya, “Hah? Sungguhan? Astaga..”

Dengan helaan nafas panjang Hara mengangguk. Hyuna tertawa kecil namun Sunhwa menyikut perutnya, membuat Hyuna terbatuk.

“Unni ingat orangnya yang mana? Cowok atau cewek?” tanya Jiyoung lagi

“Cowok dua-duanya, kayaknya salah satu diantara mereka seumuran denganmu dan satunya lagi seumuran denganku. Agh..aku ingin sekali memukul wajahnya!!” gerutu Hara

Hyori membelai lembut rambut Hara sambil tersenyum, “Sudahlah. Tidak usah mencari-cari orang yang penting, kalau berjodoh paling dalam satu minggu ini bakal ketemu lagi.”

***

Jonghyun memukul bahu Taemin dengan keras. Taemin hanya bisa mengerang sambil menggerutu diam-diam.

“Kamu ini kenapa sih? Lihat tuh wajahmu kayak udah dilipat jutaan kali!” seru Jonghyun.

Taemin hanya bergumam tidak menjawab Jonghyun, “..aigoo, kapan kamu bisa beranjak dewasa seperti aku ini kalau kamu hanya bisa menggumam?!” lanjut Jonghyun.

Lagi-lagi Taemin hanya melirik sekilas, lalu menghampiri Key dan Nicole yang tengah mengerjakan sesuatu. Dia lebih tertarik untuk mengamati karya yang tengah dikerjakan oleh Key dan Nicole. Jonghyun mendengus kesal karena ditinggal oleh Taemin begitu saja. Taemin menjulurkan lidahnya.

“Mau wajahku ketekuk jutaan atau sampai milyaran kali, aku nggak akan cerita ke ember bocor seperti hyung! Mehrooong~” ejek Taemin

Jonghyun sudah akan beranjak dari tempat duduknya untuk meladeni ejekan Taemin, sebelum tiba-tiba Minho secara tidak sengaja mendorongnya. “Ah..mianhae, kamu pendek jadi aku tidak bisa lihat..” Minho terkekeh penuh kemenangan.

Nicole tersenyum tipis saat Minho duduk disampingnya, “Hei, kamu seharusnya tidak begitu pada Jonghyun. Dia butuh perhatian tuh..” canda Nicole

“Biarin, dia udah kekenyangan perhatian dari fans-fansnya yang maniak. Hahaha..”

“Nggak usah cemburu, Minho. Bilang aja iri kan? Aku bisa menyatakan perasaanku dengan bebas. Tidak seperti orang yang disebelahmu itu, Cole-ah..”

Konsentrasi Key menjadi pecah lalu berhenti mendesain sesuatu. Dia melempar bantal ke arah Jonghyun, “Maksudmu apa, hah?” gerutu Key, kedua alisnya sudah bertemu.

Minho tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Jonghyun, tapi dia tidak peduli dengan ucapan Jonghyun. Dia bukan tipe orang yang perasa, melainkan orang yang teramat sangat tidak peka terhadap apapun. Key kembali diam terfokus pada pengerjaan desainnya. Nicole ikut membantunya.

“Ini.. untuk apa?”

Nicole menoleh sambil tersenyum menampakkan crescent moon eye-smilenya. “Aku ada tugas yang berkaitan dengan mendesain. Jadi, aku minta supaya Key mengajariku. Jangan bilang kamu cemburu?” goda Nicole

Minho mendengus geli, “Tidak. Kamu tau kalau Key itu sahabatku, aku tidak akan cemburu. Sama sekali,” tekan Minho

“Yah, kalau mau bermesraan jangan disini ya. Aku harus konsentrasi penuh!” usir Key

“Iya iya sonsaengnim~” jawab Minho diikuti kekehan geli Nicole.

Minho kembali ke tempat duduknya sambil memainkan kembali iPadnya. Sesekali dia melirik Nicole yang benar-benar asyik mendesain dengan Key. Minho tersenyum kecil. Nicole dan Minho bisa dibilang memiliki hubungan yang diimpi-impikan oleh banyak siswa SMA Chongdam. Tapi mereka tidak ingin punya ikatan yang lebih dari teman, mereka hanya ingin saling mengisi satu sama lain.

“Hyung hyung!” Taemin tiba-tiba menghampiri Minho yang sudah terlarut dalam game yang tengah dia mainkan.

“Aissssh, apaan?” keluh Minho

Taemin menunjukkan cover majalah sekolah yang menampilkan olimpiade atletik baru-baru ini. “Hyung ingat dia,  kan?”

“Hah? Siapa?”

Jari telunjuk Taemin menekan keras-keras cover majalah yang menampilkan wajah kecil dan cukup pucat. Dia juga cukup kurus. Minho masih ragu-ragu, meskipun di pikirannya gadis itu seperti berlarian kesana kemari ratusan kali.

“Ini cewek yang kita tabrak tadi, hyung!” bisik Taemin dengan keras

Alis Minho mengkerut begitu mendengar perkataan Taemin, “Benarkah?”

“Dia cantik ya, hyung? Lihat deh, rambut panjangnya berkibar saat difoto! Kayaknya dia atlet lari..” lanjut Taemin sambil tetap membaca artikel yang membahas gadis itu.

Minho hanya mengangguk-angguk, namun dia tidak tertarik untuk melanjutkan berbicara dengan Taemin untuk membahas gadis itu. “Kalau kamu suka, kenapa nggak coba hubungi dia aja?” tanya Minho.

Taemin mengerjapkan matanya bingung, “Aku kan tidak tau nomor telponnya hyung, aissshh..” keluh Taemin lalu berbaring diatas sofa.

Minho hanya mengangkat bahunya, lalu dengan santai memakan kentang goreng buatan Nicole. “Kok bisa kamu tertarik sama cewek ceking begitu..”

***

Beberapa hari setelah tidak masuk sekolah karena sakit, Hara akhirnya masuk sekolah juga. Seperti biasanya, dia berpakaian seragam semaunya sendiri. Ciri khas Goo Hara.

“Hara-yah!”

Hara menoleh ke arah Hyuna yang baru saja kembali dari kamar mandi, “Wae?”

Hyuna mengambil sesuatu dari tasnya lalu menghampiri Hara dengan senyuman yang manis, “Kamu sibuk nggak minggu depan?” tanya Hyuna.

“Memangnya kenapa? Tumben banget kamu nanya aku seperti ini, kamu nggak ngajak aku buat kencan kan? Aku normal lho..” ucap Hara ngasal.

“Eii, aku juga normal tau! Aku diundang ke acara pertunangan oppaku, kamu mau nemenin aku nggak? Aku dapat dua kursi, oppaku ngira aku udah punya pacar!”

Hara mengernyitkan dahinya, seingatnya Hyuna tidak memiliki saudara sama sekali alias anak tunggal. Dia bingung saat mendengar Hyuna berkata ‘..oppaku..’. Hyuna menoleh ke samping kanan dan kiri, kemudian memberikan amplop undangan yang berwarna merah maroon dengan pita berwarna silver.

“Kamu punya oppa? Seingatku kamu kan anak tunggal..”

“Bukan saudara kandung sih, tapi aku udah menganggap dia sebagai oppaku semenjak aku jadi trainee ditempat yang sama dengannya. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya tentang undangan pertunangan ini!” bisik Hyuna

Hara membuka undangan pertunangannya. Matanya melebar saat membaca undangan yang diberikan oleh Hyuna. Pertunangan antara Jo Kwon dan Son Gain. Dia memekik terkejut antara percaya dan tidak percaya. Ya, pasangan itu terkenal berkat acara ‘We Got Married’ yang menjodohkan dua idol dari manajemen yang berbeda. Bahkan mereka memiliki fandom sendiri, banyak sekali netizen yang menyelidiki kedekatan mereka.

“Me-mereka beneran pacaran?” tanya Hara dengan tergagap.

Mata Hyuna membentuk eyesmile sambil mengangguk-angguk senang. “Kalau mereka nggak pacaran ngapain mereka tunangan? Aigoo..kamu ini gimana sih?” balasnya.

Hara masih memandang undangannya dengan takjub, dia bisa ikut ke acara pertunangan pasangan yang dia favoritkan sejak lama. Dia membalik-balikkan isi undangannya, ekspresinya terlihat seperti akan menangis.

“Yah, kamu ini maniaknya Kkapliner? Ya ampun..” goda Hyuna.

“Habis mereka so sweet banget lho, beruntung banget Gain unni dapat pacar seperti Jo Kwon oppa!” balas Hara sambil terkekeh geli.

Hyuna hanya bisa tertawa canggung, Hara memang sangat menyukai kisah romantis. Namun karena sisi tomboynya yang besar, dia susah mendapatkan seorang pacar. Meskipun Hara memang memiliki popularitas dikalangan atlet-atlet dan guru-guru disekolahnya, dia masih kalah dengan Hyuna dan Sunhwa yang masih bisa bertingkah manis ala cewek kebanyakan.

“..jadi kamu ikut kan?” kejut Hyuna membuyarkan lamunan Hara.

Hara melirik sekilas lalu tersenyum lebar, “Tentu saja! Disana pasti juga ada idol-idol yang lain kan?” tanya Hara memastikan.

Hyuna mengangguk semangat, “Segudang!”

***

Jinwoon masuk ke dalam ruangan dengan senyuman yang lebar, bahkan eyesmilenya sangat terlihat jelas.

“Kalian bisa datang ke acara pertunangan hyungku kan?”

Key berdeham keras, “..memangnya kamu mau bayar kita berapa supaya kita mau datang?” tanya Key.

“Key, jangan jutek-jutek! Kita datang kok Jinwoon!” potong Mir

Jinwoon sengaja mengundang 91-liner, gengnya yang berumuran sama dengannya. Dia melirik Minho yang tertidur pulas diatas sofa, dia mengernyitkan dahinya. “Minho gabung sama 91-liner?” tanya Jinwoon.

“Sejak awal dia memang 91-liner, cuma dia aja yang sok senior gitulah. Udah biarin aja dia tidur, daripada ngelihat dia bermesraan sama Nicole.” sahut Key

Nicole memelototi Key dengan pandangan garang, Mir tertawa melihat pertengkarang kecil sahabat dari kecil itu. “Bener tuh katanya Key, nggak usah ngelak lagi Cole!” ucap Mir dengan santai.

“Bilang aja kalau kamu cemburu Key..” goda Woohyun.

Jinwoon tertawa terbahak-bahak, “..kasian banget cinta bertepuk sebelah tangan!” sambung Jinwoon dengan innocent.

Key hanya memandang Jinwoon, Woohyun dan Mir dengan tajam. Lalu mulai berkomat-kamit tidak jelas, Nicole hanya tersenyum lembut.

“Aku sama Key itu nggak lebih dari seorang sahabat, arasso? Nggak mungkinlah kalau kita berdua menyukai satu sama lain, padahal masing-masing dari kita dekat dengan orang yang kita suka..” jelas Nicole sambil duduk dipinggir sofa, tempat Minho tertidur.

Woohyun hanya manggut-manggut, sedangkan Jinwoon tidak merespon apapun.

“Kalian harus benar-benar datang ke pertunangan hyungku besok Minggu, oke?”

“Iya iya, cerewet ah!” gumam Key.

***

Hara dan Hyuna datang ke apartemen Gain. Gain memanggil mereka berdua untuk membantunya menata peletakan kursi tamu-tamu VIP.

“Hyuna, kamu mau jadi penerima tamu untuk pertunanganku nanti kan?” tanya Gain.

Mata Hara terbuka lebar, Hyuna hanya menyikut perutnya. Hara meringis lalu membalasnya. “Tentu saja unni! Hara juga sudah bilang kalau dia akan membantuku!” jawab Hyuna dengan enteng.

“Yah! Kapan aku bilang seperti itu padamu?” bisik Hara.

Gain bertepuk tangan dengan senang, “Baiklah, kalian berdua belum menyiapkan gaun untuk minggu ini kan?”

Hyuna dan Hara menggeleng bersamaan, “Bagus! Dengan begiu aku bisa mendandani kalian secantik mungkin!” sambung Gain bersemangat menampakkan eyesmilenya.

Gain segera mengambil hpnya dan mengirim pesan pada Jo Kwon. Hyuna melirik Hara yang sibuk melihat album gambar yang berisi foto-foto Gain dan Jo Kwon saat WGM hingga sekarang. Dia tersenyum lebar lalu mendekat ke arah Gain.

“Unni, dia ini kkapliner lho! Kalau aku bilang dia ini maniak banget!” ucap Hyuna dengan suara yang cukup keras.

Hara menoleh terkejut, “Hoo benarkah? Astaga..” Gain tersenyum lebar.

“Yah! Kim Hyuna!” seru Hara menarik tangan Hyuna yang menertawakan Hara.

Gain tertawa lalu bertanya pada Hara, “Berarti pertunanganku dengan Kwon sama saja dengan surprise yang tidak terduga ya? Aigoo.. pasti kkapliner yang lain juga akan bereaksi sepertimu jika tau tentang pertunanganku dengan Kwon!” jelas Gain

Hyuna mengangguk-angguk setuju, Hara juga mengikuti Hyuna. “Gain unni, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Hara

“Tentu saja, asal tidak menyangkut tentang hubungan Oh Bangshil dengan Kwon.”

Hyuna tertawa terbahak-bahak, “Unni, kita semua sudah tau kalau Oh Bangshil itu Raina dari After School. Kita juga tidak mau membahas tentang masa lalu Kwon oppa!” balas Hyuna sambil memegangi pipinya yang tegang karena tertawa terlalu keras.

Mata Gain melirik Hyuna dengan tajam, Hyuna hanya bersiul ringan. “Sejak kapan unni resmi berpacaran dengan Jo Kwon oppa?” lanjut Hara.

Dahi Gain mengeryit seolah-olah dia berusaha mengingat sesuatu yang sudah berabad-abad lamanya. “Sekitar 1 tahun yang lalu, setelah konser di Beijing?” jawab Gain ragu.

“Bohong tuh! Sebenarnya semenjak anniversary WGM mereka yang ke 200!” seloroh Hyuna apa adanya

Hara menganga tidak percaya, “Itu kan belum secara resmi karena aku dengan Kwon masih melakukan shooting sebagai pasangan di WGM. Resminya setelah WGM selesai, tepat setelah after concert party di Beijing!” elak Gain

“Jangan-jangan setelah unni mabuk dan memanggil Kwon oppa dengan sebutan oppa ya?” sambung Hara penasaran.

“Eh? Kenapa kamu bisa tau, Hara-yah?”

“Berita tentang unni yang mabuk setelah after concert itu terdengar sama kkapliner, aku kan salah satu dari mereka hehehe..”

Gain mengangguk-angguk paham, “Lho? Tapi bukankah saat itu yang mengantarkan unni pulang ke hotel manajer unni sendiri? Sedangkan Kwon oppa mengantarkan Min kan?” Hyuna bertanya dengan nada seperti seorang wartawan.

“Iya, benar. Dia pergi ke kamarku setelah mengantar Min, dia juga mabuk saat itu. Tapi tidak separah aku, disitu kita berbicara banyak sambil minum wine yang dia beli. Lalu haha..” Gain tertawa lepas saat akan melanjutkan ceritanya.

Hara dan Hyuna mengernyitkan dahi mereka, mereka sangat berkonsentrasi terhadap proses resminya hubungan Jo Kwon dengan Gain.

“Unni, ayo lanjutkan!” desak Hyuna.

“Arasseo arasseo, setelah kita benar-benar mabuk dia mengajakku ke kafe. Hahahaha..” Gain tertawa sekali lagi.

“Hah? Ngapain?”

“Dia bilang padaku, ‘Nuna, aku sering mendengar desakan fans agar kita berpacaran. Aku tidak mau dipermainkan oleh nuna lagi, mulai sekarang nuna milikku. Aku tidak mau mendengar tidak, adam couple is forever!’ hahahaha…” Lagi-lagi Gain tertawa sebelum menyelesaikan ceritanya.

“Aisshh unni! Kita serius nih dengerinnya, jangan putus-putus dong!” keluh Hyuna.

Gain berhenti tertawa lalu mengambil nafas dalam-dalam, “Aigoo..kau mirip sekali dengan Kwon, suka sekali menggerutu. Setelah itu, dia memaksaku memakai cincin Gollum. Aigoo..dia benar-benar memaksaku untuk berkata ‘iya’ saat itu, aku juga dalam keadaan mabuk jadi aku seperti mengiyakan seluruh perkataannya!” jelas Gain terdengar seperti seorang wanita yang dipaksa menikahi om-om yang tidak dia kenal.

“Kalau begitu, bukannya unni bisa menolak Kwon oppa setelah kalian sadar?” cetus Hyuna dengan innocent.

“Memang! Tapi, aku tidak bisa karena sesuatu hal terjadi malam itu. Kalian masih anak-anak tidak perlu tau hal sejauh ini! The end!” seru Gain sambil menepuk tangannya.

Hara dan Hyuna tertawa keras, “..unni! Kita ini masih polos, bagaimana bisa unni berkata seperti itu padaku dan Hara? Aigoo.. Gain ahjumma!” goda Hyuna.

Hara mengipaskan wajahnya yang terasa panas dengan tangannya, Gain hanya tertawa geli. “Yah, kalian pasti nanti sama saja jika sudah punya pasangan sepertiku!”

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Gain melihat dari intercall lalu membukakan pintunya. Seorang laki-laki. Hara melihat tamu tersebut dengan mata yang lebar, Hyuna menyapa tamu tersebut dengan merangkulnya seperti saudara.

“Kenapa bukan Kwon yang datang?” tanya Gain setelah menutup pintu apartemennya.

“Dia lagi mengatur jadwal, dia tidak ingin ada satu jadwal pun yang mengganggu acara pertunangannya nanti, nuna.”

Gain mengangguk paham, “Kalau begitu kamu bisa mengantarkan kita ke Wedding Shop di Apgeujong kan?”

Laki-laki itu segera duduk diatas sofa lalu memeluk bantalan sofanya dengan erat, “Tentu saja nuna, kalau tidak aku akan dibunuhnya!”

Hara tersenyum, dia mengenal wajah itu, wajah seorang idol kenamaan. Dia hanya menunduk menyembunyikan wajah merahnya.

“Hai!” sapa laki-laki itu.

“Ah iya,” jawab Hara sambil tersenyum kecil.

“Aku baru kali ini melihatmu, kamu teman Hyuna?” Hara mengangguk sambil menatap lurus laki-laki itu.

Hyuna membisik, “..kamu jangan terperangkap dengan pesonanya, dia payah!” Hara tertawa, namun laki-laki itu melemparinya dengan bantalan sofa.

“Namaku Jang Wooyoung, senang bertemu denganmu..?”

“Goo Hara, senang bertemu denganmu Wooyoung oppa..”

Wooyoung dan Hara berjabat tangan, pandangan mereka terpaut satu sama lain. Hara hanya tersenyum kecil, membalas senyuman Wooyoung.

Hiks.. Hiatus

Yah, seperti yang kalian baca ya🙂

Maaaaaaaaffffff :((( karena aku sebagai author yang menduduki kelas XII SMA jadi mau tidak mau harus hiatus sementara. Aku mau fokus ke UN sama SBMPTN dan kawan-kawan sebagainya (halah) hehe.. Tapi, aku nggak sepenuhnya berhenti nulis fanfic, cuma nggak akan update dalam kurun waktu tertentu. Mungkin aku bakal balik lagi mengupdate fanfic-fanfic ShinRa saat kuliah pertengahan semester 1 atau semester 2.

Oke, sekedar bocoran saja sih untuk update-an fanfic nanti aku bakal menyodorkan fanfic series, sama oneshotnya JiMin. Akhirnyaaaaaa😄 terpenuhi juga kemauanku untuk nulis tentang JiMin hahahahaha. Yang “Marriage” versi yang lain sebenarnya juga udah, tinggal post aja hehehe😀 Lalu, juga akan ada beberapa Songfic untuk 2 pairing. Siapa itu? Haha. lihat aja ntar yaa. And, aku juga nggak mau kalah sih sama Inda yang juga terinspirasi bikin fanfic setelah tau JunHara putus hehe. Aku udah bikin gambaran plotnya gimana, tapi entah bakal jadi atau nggak. Mungkin aku bakal banyakin oneshot dibanding series, sekaligus mau ngasah kemampuan nulis juga hehe. Okeee, semoga para readers yang terhormat (?) bersedia menunggu sajian saya yaa hohoho..

Nah, sekian dari sayaaaa ya readers. Sampai bertemu di bulan Oktober – November yaaa. See yaaaa!!!!

[FF] Marriage (MinRa version)

Cast :

  • Minho/Hara Pairing
  • SHINee/KARA Pairing

Genre : Romance, Fluff, Universal

Rated : PG-15

Length : Ficlet

Language : Indonesia

Location : South Korea

Disclaimer : I do not own or know all their characters, they belong to God, their parents, and theirselves. But the storyline is pure made by myself.

Summary : Marry me..

Image

***

Mobil pengantin yang sedang Hara berada didalamnya berhenti begitu sampai ditempat tujuan. Jantungnya berdegup semakin kencang, dia menggenggam erat tangan ibunya.

“Umma, kita sudah sampai..” ucap Hara perlahan

“Melangkahlah dengan anggun sayang, ini adalah hari istimewamu dengannya. Dia adalah pangeran, dan kaulah putrinya..” ucap ibu Hara dengan lembut

Hara mengangguk pelan, kemudian pintu mobil pengantin itu dibukakan oleh supirnya. Hara melangkahkan kakinya diatas karpet merah yang sudah terbentang menuju pelaminannya. Tamu-tamu yang hadir tampak terperangah.

“Kau cantik sekali, Hara. Aku tidak salah memilihmu sebagai pendamping hidupku,” sanjung Minho begitu menyambut Hara disampingnya.

“Berterimakasihlah pada keluargaku yang memiliki gen keturunan sepertiku, dan kalau bukan karena kau adalah Choi Minho mungkin aku tidak akan bertemu denganmu,” jawab Hara

“Maksudmu? Aku tidak mengerti,” tanya Minho kebingungan

“Kau ini umur berapa sih? Kalau kau terlahir bukan sebagai Choi Minho, apa aku akan tetap menjadi istrimu saat ini?” sambung Hara

Minho tersenyum salah tingkah, dia membelai rambut panjang Hara yang tergerai indah dipunggungnya. MC pernikahan masih tetap melanjutkan kata-kata sambutannya. Lalu disambung oleh orang tua dari masing-masing mempelai.

“Berbahagialah Choi Minho dan Goo Hara, untuk Choi Minho: tolong kau pimpin Hara dengan baik, dan perlakukanlah dia sebagai wanita seutuhnya. Dan untuk Goo Hara: tolong kau jaga Minho dengan penuh kasih sayang, dan rawatlah suamimu dengan lembut,” pesan ibu Hara

Sontak Hara meneteskan air matanya, Minho yang melihat Hara menangis langsung menghapus air mata Hara dengan tangannya. Dia tersenyum manis dan berusaha menenangkan Hara dengan menggenggam erat tangannya.

Setelah penyampaian pesan dari orangtua mempelai, kemudian dilanjut oleh pesan mempelai pria untuk mempelai wanita. Minho tersenyum nakal pada Hara yang masih sembab matanya. Hara menatap balik Minho dengan menjulurkan lidahnya.

“Hmm..bagaimana aku memulainya? Aku tidak cukup pandai untuk merangkai kata-kata indah untuk istriku ini, hahaha..” ucap Minho disambut tawa tamu. Hara hanya berpura-pura memasang ekspresi kesal pada Minho.

“Ya sebenarnya jujur saja aku cukup kaget bahwa aku akan menikahi musuh bebuyutanku semenjak SMA ini, wanita yang selalu menjadi lawan cekcokku ini yang sekarang sudah menjadi istriku,” ucap Minho disambut tawa keras lagi oleh tamu-tamu. Hara melotot ke arah Minho

“Tapi, dialah yang membuatku mengerti apa artinya cinta yang sebenarnya. Kita harus merasakan cinta itu dengan hati, bukan dengan pikiran.” Hara mengangguk-angguk sambil tetap menatap Minho

“Dan baru saja dia berkata padaku bahwa bisa saja dia tidak akan menikahiku jika aku bukanlah seorang Choi Minho,” sambung Minho dengan wajah sedih yang dibuat-buat olehnya.

Suasana pesta pernikahan untuk sementara menjadi hening dan tegang

“Sesaat kemudian aku mendapat jawabannya, Goo Hara atau kupanggil Nyonya Choi,..” papar Minho memecah keheningan disambut kikikan kecil Hara

“Aku akan tetap memilihmu sebagai pendampingku walaupun aku bukan Choi Minho, karena kaulah satu-satunya wanita yang harus aku pilih sebagai pendampingku, apapun yang terjadi, apakah aku adalah Choi Minho atau tidak, kau tetap istriku,” ucap Minho sambil mendekati Hara yang menatapnya penuh haru.

Suasana pesta menjadi riuh karena pernyataan Minho yang begitu manis, para tamu bertepuk tangan karena tersentuh oleh kalimat manis yang dilontarkan oleh Minho. Bahkan ada beberapa gadis yang meneteskan air matanya karena terharu.

“Goo Hara, maukah kau menjadi pendampingku? Walaupun aku bukan Choi Minho” tanya Minho sambil menggandeng tangan Hara

“Menurutmu bagaimana?” goda Hara

Minho mengecup bibir Hara dengan lembut sambil tertawa kecil, para tamu ikut tertawa melihat adegan kecil yang cukup romantis.

“Kau sudah berkata iya saat aku menciummu bukan?” canda Minho

“Kau memang selalu curang, kodok jangkung!”

~The End~